Perbandingan Sewa vs Beli Mesin Fotocopy
Keputusan antara sewa atau beli mesin fotocopy merupakan salah satu pertimbangan strategis bagi perusahaan di Jakarta. Kedua opsi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tergantung pada volume cetak, anggaran, dan jangka waktu penggunaan.
| Aspek | Sewa | Beli |
|---|---|---|
| Biaya awal | Rendah (deposit sewa) | Tinggi (harga unit penuh) |
| Toner & sparepart | Termasuk dalam paket | Belanja terpisah |
| Service & maintenance | Ditanggung penyedia | Biaya per kunjungan |
| Unit pengganti | Tersedia jika rusak | Harus beli unit baru |
| Fleksibilitas kontrak | Bisa naik/turun unit | Tidak fleksibel |
| Depresiasi aset | Tidak menjadi beban | Depresiasi 20%/tahun |
Kalkulasi Break-Even Point
Misalkan harga beli unit mesin fotocopy Rp 45.000.000 dengan biaya maintenance & toner Rp 1.500.000/bulan. Biaya sewa sekitar Rp 2.500.000/bulan sudah termasuk semuanya.
- Total beli per tahun: 45.000.000 + (1.500.000 × 12) = Rp 63.000.000
- Total sewa per tahun: 2.500.000 × 12 = Rp 30.000.000
- Break-even point: sekitar 2 tahun 7 bulan
Rekomendasi
Pilih sewa jika bisnis Anda membutuhkan fleksibilitas, volume cetak fluktuatif, atau tidak ingin repot dengan maintenance. Pilih beli jika volume cetak harian tinggi dan stabil (di atas 5.000 lembar/hari) sehingga biaya per lembar menjadi jauh lebih murah dalam jangka panjang.
Bagi perusahaan di Jakarta yang volumenya menengah, sewa mesin fotocopy dari Trimulia Nugraha sering menjadi pilihan paling rasional.